Public Speaking & History Communication-Komunitas Historia Indonesia

MENGGALI KILAU EMAS SEJARAH

 

Oleh Steven Sutantro

@StevenSutantro

steven.sutantro@gmail.com

IMG00106-20121222-1409

Di tengah suasana natal yang kalbu, aku menghadiri workshop “di Museum Bank Indonesia yang diselenggarakan Komunitas Historia Indonesia. Lagi-lagi, momen ini telah mengukir sejarah baru bagi hidupku yang tidak pernah terlupakan tentang makna dari sejarah itu sendiri. Sesi pertama dari workshop ini dibuka dengan sebuah tamparan keras dari seorang guru sejarah keliling bernama Asep Kambali (@AsepKambali) yang menyampaikan makna pelajaran sejarah. Lulusan UNJ ini mendirikan komunitas historia Indonesia yang bergerak dalam  mempromosikan sejarah Indonesia. Semangat dan perjuangan mengembalikan sejarah ke dalam posisi dan martabatnya bukanlah perjuangan yang mudah. Dimulai dari mencari dana dan sponsor untuk mengajak orang-orang berpartisipasi menjadi tour guide dalam wisata sejarah yang diadakan secara kreatif di beberapa situs sejarah Indonesia, sampai akhirnya perwujudan sebuah mimpi yang unik yaitu membangun museum korupsi Indonesia. Jika biasanya, pahlawan negara dimuseumkan untuk dikenang akan jasanya, disinilah para koruptor akan dikenang akan tabunya pekerjaannya yang ia lakukan. Ya, inilah salah satu mimpi tergila sekaligus terkeren yang pernah aku saksikan dari pencetusnya sendiri, membangu n sebuah museum yang mengabadikan koruptor-koruptor bangsa yang menjarah dan merampok kekayaan negara kita untuk dikenang sebagai hal yang tabu untuk dilakukan bagi generasi masa depan. Sungguh suatu visi misi yang luar biasa dari seorang pahlawan sejarah, Kang Asep. Selain itu, ia juga menyampaikan tamparan keras bagi perjalanan pendidikan sejarah di negeri ini. Sejarah seringkali menjadi pelajaran terlupakan dan terbosan sepanjang sejarah sekolah. Padahal di luar negeri, sejarah bukan menjadi pelajaran pelengkap sekolah tetapi menjadi bagian dari syarat kelulusan. Lebih dari itu, sejarah menjadi aroma khas dari suatu negara yang mengundang wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Hal ini dikarenakan sejarah merupakan identitas unik suatu bangsa yang tidak dapat ditemukan kecuali di tempat itu. Sejarah adalah harta yang tak ternilai yang merekatkan hubungan antara penduduknya dengan negaranya. Tanpa sejarah, mustahil seseorang mencintai negaranya karena sejarahlah yang mengukir cinta akan suatu bangsa.  Namun, pertanyaannya Mengapa pelajaran sejarah terpuruk sedemikian rupa? Memang perlu diakui penyebabnya kompleks. Penghargaan masyarakat akan sejarah, respon siswa, juga metode mengajar sejarah yang kurang relevan menjai berbagai aspek yang melatarbelakanginya. Oleh sebab itu, “sejarah” inilah yang akan menjadi titik balik bagi kita untuk membangkitkan kembali sejarah pada posisinya bukan hanya ilmu masa lalu, tetapi juga ilmu masa depan. Sejarah sebagai ilmu masa depan menjadikan sejarah Ilmu yang tidak sekedar membosankan, menghafal, ‘melapuk’ tetapi juga ilmu yang menyenangkan, praktikal, dan  relevan dalam menghubungkan masa depan dengan masa lalu dimana siswa tidak hanya belajar dari buku tetapi juga berinteraksi langsung dengan pengalaman bersejarah yang tak akan terlupakan seumur hidup dari museum, fotografi, dan berbagai sumber yang menginspirasi mereka. Sebagai ilmu masa depan, sejarah juga perlu dikembalikan sebagai tonggak masa depan pariwisata Indonesia yang  menjadi harta yang tak ternilai di bangsa ini. Setelah sesi inspiratif dari @asepkambali ini akan dibagikan langkah-langkah simpel dan transformatif dalam melestarikan sejarah Indonesia yaitu sesi Museum Indonesia yang dibagikan oleh Sigi Wimala (@sigiwimala), duta museum Indonesia, sesi Public Speaking oleh Charles Bonar Sirait (@CharlesBonar) dan sesi fotografi sejarah oleh Kristupa (@Kristupa).

9655_10151160826276196_1102541050_n 9679_10151160827361196_2077385684_n (1)

Sesi Museum Indonesia oleh Sigi Wimala mengubahkan paradigma museum yang semula hanya menjadi pilihan wisata terakhir menjadi wisata yang menyenangkan. Dengan memperkenalkan berbagai macam museum yang ada di Indonesia dan berbagai negara di dunia, aku terpukau dengan keindahan sejati dari sebuah museum. Disinilah aku pertama kali tercelik bahwa museum menyimpan berbagai hal terindah dari pariwisata di Indonesia. Ternyata bukan hanya benda-benda jaman purba yang dapat ditampilkan dalam museum, tetapi berbagai karya seni dan multimedia canggih yang menampilkan efek animasi kisah-kisah sejarah.  Ironisnya, banyak museum yang terabaikan, bahkan tergusur oleh proyek kapitalis dan pemerintah. Satu pesan yang pasti, jangan menunggu pemerintah bertindak. Kita harus memulai kegerakan itu sendiri. Di Inggris, Jerman, dan berbagai negara Eropa pun, banyak pecinta museum yang menggalang dana untuk pengembangan museum dan melestarikan museum. Selain itu, ternyata pekerjaan menjadi tour guide museum adalah   salah satu pekerjaan yang membutuhkan kreatifitas dan teknologi dimana setiap minggunya museum perlu menciptakan inovasi-inovasi yang dapat menarik pengunjung museum seperti pameran-pameran kreasi sejarah, hasil karya seni, dan juga pertunjukan sejarah yang relevan dengan masa kini.

Sesi selanjutnya juga menjadi salah satu penerapan pelestarian sejarah yaitu public speaking in history communication. Ini salah satu momen favorit aku dimana disini secara spesifik aku bersama guru-guru ilmu pengetahuan social lain ditantang untuk memiliki ketrampilan dalam public speaking yang efektif dalam mengkomunikasikan sejarah. Ibarat pemain bola yang ingin menggolkan gawang, sebagai guru kita perlu memiliki semangat pemain bola. Jika dari sudut kiri tidak bisa, kita cari dari berbagai sudut lain untuk menendang bola mencetak gol, jika gagal, cari sudut dan cara lain. Jangan pernah menyerah dalam mengkomunikasikan sejarah  kepada anak didik kita. Jika menjelaskan di depan tidak cukup, jangan menyerah pada satu metode saja. Cari metode lain untuk ‘menjebolkan’ gawang kecintaan sejarah pada siswa kita. Selain itu, Charles mengajarkan beberapa tips singkat dalam public speaking sejarah dimana guru sejarah harus berani berinovasi dalam pengajaran sejarah. Gunakan kontak mata, bahasa tubuh, interaksi dengan siswa, juga berjalan-jalan dalam pengajaran seajrah  yang dapat menarik siswa menyimak kita di depan. Charles juga mengajarkan praktek bagaimana mengurangi ‘gagap’ dalam public speaking dengan mengajak beberapa peserta mencoba langsung berlatih berbicara di depan. Satu konsep terpenting yang diajarkan adalah sebagai public speaker, guru sejarah harus membuat simpel segala hal yang kompleks dalam buku. Jika kita hanya menjelaskan teks book buat apa kita capek-capek menjadi public speaker karena esensi public speaker adalah menyederhanakan konsep kompleks. Mungkin tidak perlu semuanya kita sampaikan, tetapi poin-poin penting yang dapat menginspirasi siswa yang dikemas secara menarik. Itulah public speaking. Pada akhir sesi, ia pun mengajak peserta untuk berjejaring dan berbagi inspirasi mengajar sejarah dengan berkolaborasi denganya menulis buku Public Speaking in History Communication. Lagi-lagi ini adalah tamparan keras bagi aku untuk memulai komitmen menulis di tahun 2013.

Sesi terakhirdari workshop ini dibawakan oleh @Kristupa, seorang fotografer professional dengan topic History Communication through Photography.  Ini sesi terakhir yang tadinya aku piker akan membosankan dan melelahkan karena aku tidak begitu suka dengan fotgrafi. Namun, di luar ekspektasi aku, aku harus mengacungkan jempol dengan cara presentasi Kristupa yang  praktis, inspiratif, dan transformatif. Praktis, karena Kristupa tidak lagi menyampaikan sekedar teori fotografi, tetapi ia langsung menampilkan foto maha indah yang menggambarkan perjalanan sejarah Indonesia. Ternyata, bukan hanya kerajaan, perang, bahkan manusia purba saja yang menjadi bagian dari sejarah kita, tetapi segala hal yang disekeliling kita adalah sejarah. Mengapa sejarah? Karena hari ini adalah sejarah untuk besok. Inspiratif, karena ia membuka suatu paradima baru akan pentingnya fotografi dalam sejarah karena bisa saja apa yang kita temukan hari ini tidak ada lagi besok. Seperti keindahan alam, budaya daerah, dan berbagai objek foto lain yang merupakan sejarah yang perlu direkam dalam foto. Trasnformatif, karena paradigma ini yang mebuka mata aku akan pentingnya fotografi dalam kehidupan sejarah Indonesia. Melalui setiap foto yang digambarkan, aku tidak hanya belajar teknik fotorgrafi tetapi juga makna dan pesan tersirat yang ada dalam setiap foto yang tentu saja menginspirasi aku untuk jatuh cinta akan foto. Bahkan melalu sesi inilah, aku menampilkan berbagai macam foto yang mengenang perjalanan workshop ini karena tentu saja momen seperti ini tidak akan terulang lagi. Aku pecaya alam, budaya, dan berbagai keindahan alam ini merupakan objek ciptaan Tuhan yang sangat indah oleh sebab itu fotografi pun perlu mengabadikan keindahan yang mungkin tak akan terulang lagi. Untuk menyaksikan keindahan foto-foto karya Kristupa ini, anda dapat mengakses langsung melalui websitenya di kristupa.com!

9679_10151160827361196_2077385684_n

Akhirnya, kegiatan workshop ini ditutup dengan wisata sejarah di Gedung BI. Lagi-lagi, aku tak menyangka tur sejarah ini akan menjadi semenarik ini. Aku sungguh terpesona dengan bagaimana museum ini menyimpan berbagai macam sejarah Indonesia dari perspektif ekonomi yang sangat menarik. Jika ingin mempelajari sejarah perekonoman Indonesia, aku harus bilang bahwa MuseumBI ini adalah yang terbaik. Mulai dari kisah uang pada jaman Belanda, Jepang, tritura, kerusuhan, juga sampai pembangunan ekonomi masa kini ditampilkan dengan begitu apik disini. Dari pengenalan akan uang yang begitu unik dari kerajaan Majapahit, sampai era Soekarno, bahkan sampai uang era masa kini yang menurut aku merupakan bagian dari sejarah yang tak terlupakan. Semua disosialisasikan oleh tour guide yang bersahaja dan rendah hati dari Komunitas Historia. Meskipun aku bukan berasal dari pendidikan sejarah, aku harus mengakui aku jatuh cinta dengan sejarah dengan komunitas ini. Pelayanan, semangat, dan juga inovasi kreatif dari Komunitas ini membuat aku tertantang untuk mengikuti workshop bahkan kegiatan tur bersejarah lain yang akan dilakukan komunitas di tahun 2013. Aku berkomitmen mulai dari tahun 2013, aku akan menggali kilauan ‘emas’ dari sejarah yang ada disekitarku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s