Mau tahu Budaya Betawi? Kunjungi Setu Babakan!

Lahir, besar dan meniti karir  mendidik calon generasi baru di salah satu sekolah swasta di Jakarta Barat. Sayangnya, selama saya di Jakarta, saya dan murid saya ini sangat jarang memahami betul budaya khas betawi. Jika ditanya, apa itu budaya betawi? Mungkin yang saya jawab adalah lenong atau ondel-ondel. Padahal budaya betawi begitu kaya!

Sampai akhirnya, sekolah kami mengadakan Outdoor Study di perkampungan budaya Betawi bernama Setu Babakan. Disitulah kami mulai mengenal perkampungan asli Betawi.

Sekitar pukul 10.00 pagi, kami tiba di Setu Babakan. Pertama, pada saat kami datang, kami disambut dengan tarian selamat datang dengan iringan musik asli betawi. Dengan MC dengan khas bahasa betawi, sekolah kami disambut dengan penuh semangat. Setelah itu, sesuai dengan urutan acara, siswa kami akan dibagi dalam 6 kelompok yang akan mengikuti 6 workshop yang berbeda:

1. Workshop Tari Gambang Kromong

2. Workshop Alat Musik Betawi

3. Workshop Kerak Telur

4. Workshop Kembang Goyang

5. Workshop Ondel-ondel mini

6. Tur Sejarah Setu Babakan.

1. Workshop Pembuatan Kerak Telor

Menurut sejarah, kerak telur adalah salah satu makanan yang  sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Dahulu, Jakarta banyak ditumbuhi pohon kelapa yang dimanfaat untuk membuat makanan yaitu kerak telur. Bahan-bahannya sendiri mencampurkan bahan dari kelapa, ebi, telur, dan nasi.

Menyaksikan langsung pembutatan dari kerak telur ini memberikan kesan tersendiri yang berbeda ketika anda membeli kerak telur di Festival-festival Betawi di Senayan. Mulai dari sejarah, cara pembuatan, bahkan simulasi pembuatan langsung oleh siswa sendiri membuat saya sendiri semakin menyukai makanan khas ini.

Sayangnya,memang waktu terlalu singkat. Ada kalanya saya berpikir bagaimana membuat workshop pembuatan kerak telur ini lebih menarik tanpa menghilangkan keaslian nilai budayanya. Saya berpikir untuk memodifikasi cara pembuatannya dengan bahan-bahan yang lebih kaya. Saya rasa kerak telur sendiri masih dapat diperkaya dengan “topping” yang menarik. Sekedar usul kreatif, saya berharap kuliner khas betawi ini dapat dikemas lebih kreatif dengan topping khas betawi dengan makanan olahan kelapa atau topping yang pas sesuai dengan rasa dari kerak telur yang juga menarik remaja.

2. Workshop Tari Gambang Kromong

Tari Gambang Kromong yang tercipta dengan memainkan lagu Tionghoa dengan instrumen gesek Tionghoa Su Kong, The Hian, Pangsing, dipadukan dengan gambang ini memang menarik. Tidak menyangka lagi, jika siswa saya punya cukup ketertarikan di bidang sendra tari yang cukup tinggi. Semangat dan antusiasme mereka untuk menari memang patut saya kagumi.

Saya rasa untuk gerak tari ini pun perlu dikembangkan dengan kreatif dan menarik anak-anak muda. Mungkin perlu ada penyesuaian kontemporer mulai dari gerakan, baju, bahkan properti serta aksesoris yang membuat tari ini menjadi lebih dinamis bagi anak-anak muda karena sebenarnya gerak tari betawi sendiri menarik untuk diikuti dan dieksplorasi dengan lebih kreatif lagi dengan ide-ide kreatif anak muda jaman sekarang.

3. Workshop Kembang Goyang

 

Kembang goyang merupakan makanan yang sangat sederhana dan rasanya yang sederhana ini juga cukup menarik minat siswa untuk memperhatikan cara pembuatannya. Bentuk dari kembang goyang ini seperti bunga dan cara pembuatannya dilakukan dengan menggoyang-goyangkan adonan tepung yang diolah dengan gula dan telur yang dituangkan dalam cetakan, kemudian di masukkan ke minyak untuk digoreng. Disini siswa belajar memasak kembang goyang langsung di atas kompor kecil sambil dijelaskan sejarah dan teknik pembuatannya.

Kembang goyang ini juga menyimpan potensi makanan yang sangat menarik. Saya membanyangkan jika di atas kembang goyang ini bisa diisi dengan toping-toping makanan yang menarik dan khas Betawi. Alangkah serunya jika siswa juga diberi kesempatan berkreasi memberikan ide mereka untuk memperkaya cita rasa kembang goyang agar lebih menarik lagi. Keberanian berinovasi dengan mempertahankan kekhasan kuliner akan menjadi ajang dimana siswa bisa mengekspresikan kecintaan akan budaya lokal mereka.

4. Workshop Ondel-Ondel

Mendengar kata workshop ondel-ondel ini mungkin banyak yang heran, bagaimana caranya membuat ondel-ondel yang begitu besar di hadapan para siswa? Jangan salah, tentunya kita tidak membuat ondel-ondel besar seperti yangs sering kita lihat. Yang dilakukan siswa adalah membuat ondel-ondel mini yang terbuat dari kok.

Ondel-ondel sendiri merupakan bagian dari pertunjukkan rakyat yang sudah berabad-abad di Jakarta sebagai tradisi leluhur untuk ulang tahun Jakarta, mengarak pengantin, pesta rakyat, dan penyambutan tamu. Pembuatan ondel-ondel mini yang dilakukan siswa cukup menarik seperti pelajaran prakarya. Dilakukan dengan waktu singkat, siswa dapat membuat ondel-ondel sederhana. Alangkah lebih serunya, jika siswa dapat memvariasikan ondel-ondelnya dengan pernak pernik yang lebih variatif dan kreatif sehingga dapat memunculkan kekhasan dari siswa tersebut dalam membuat boneka Jakarta buatan mereka.

5. Workshop Alat Musik Betawi

Ada yang tau alat musik betawi? Hmm..mungkin sangat jarang ya. Disinilah kita bisa kembali mengenal ternyata warga Betawi juga sangat kreatif memainkan alat musik. Mulai dari kecapi, rebab dan berbagai alat musik tradisional betawi dijelaskan satu per satu dari fungsi dan cara memainkannya. Siswa juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung memainkan alat musik ini.

Jika waktunya ada, saya ingin sekali, siswa bisa mencoba memainkan alat musik tersebut dan menghasilkan alunan melodi yang kreatif dengan alat musik betawi. Jadi siswa pun bisa menyadari bahwa meskipun alat musik tradisional ini sudah cukup lama, ternyata bisa digunakan untuk membuat alunan melodi kontemporer dan menarik kalangan muda. Ke depan pada saat membuat pertunjukan musik di sekolah, mereka pun menjadi terpacu untuk menggunakan alat musik tradisional ini untuk menghasilkan pertunjukan yang tak kalah seru dengan memakai alat musik modern.

6. Tur Sejarah Setu Babakan

 Tur sejarah ini menjelaskan bagaimana Setu Babakan ini didirikan dan tujuan pendirian tempat ini. Selain mendengar penjelasan yang dilakukan oleh Tour Guide, siswa juga bisa mengajukan pertanyaan dan juga sambil jajan makanan tradisional betawi yang ada di sana. Mulai dari es potong, bir pletok, minuman jahe, dan berbagai makanan khas betawi ini ternyata menyimpan kekayaan wisata kuliner yang begitu unik.

Lebih kritis lagi, siswa dapat ditantang untuk diajak berpikir bagaimana menjadikan tur sejarah dan wisata kuliner setu babakan lebih menarik lagi. Misalnya dengan mendesain beberapa area wisata dan tempat makanan agar lebih menarik lagi bagi anak-anak muda.

Selain itu, kegiatan tur ini juga bisa memadukan media sosial dengan menggunakan Gadget siswa untuk bisa mengupload foto-foto dari tempat wisata ini dan makanannya dengan #SetuBabakan. Pasti wisata sejarah ini akan menjadi momen yang akan dikenang dengan dokumentasi yang lengkap di media sosial. Selain itu, secara tidak langsung kita juga bisa mempromosikan wisata Setu Babakan ini.

Kegiatan tur wisata Setu Babakan yang dilakukan di sekolah saya berlangsung selama 2 1/2 jam. Sekitar pukul 12.30, kami makan siang bersama-sama dan melakukan foto bersama di panggung. Pada akhirnya, kami pun meninggalkan area Setu Babakan sekitar pukul 1 siang. Intinya, pengalaman menggali wisata budaya lokal di Setu Babakan telah membuka wawasan kami sebagai warga Jakarta untuk semakin mencintai kekayaan budaya kami.

Pemikiran akhir yang ada di kepala saya adalah “Bagaimana cara mempromosikan budaya Betawi yang kaya ini lebih menarik lagi ya terutama untuk kalangan muda?”  Ya, saya berharap tulisan ini dapat menjadi salah satu cara.

Akhir Kata, Jika anda orang Jakarta, atau pernah ke Jakarta, atau bahkan mau ke Jakarta, anda WAJIB mengunjungi Setu Babakan! Yuk, sama-sama mengembangkan budaya kita!

Cinta Budaya, Cinta Indonesia!

@StevenSutantro

Thanks buat @inf2k13 untuk dokumentasi foto-fotonya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s