Pembelajaran yang Kaya

Apa itu Pembelajaran yang Kaya?

Pembelajaran yang mencetak lulusan yang mendapat nilai UN tinggi?

Pembelajaran yang mencetak lulusan yang menghafal jawaban dan mengisi soal dan menjawab benar semua?

Pembelajaran yang membahas habis buku cetak sekolah?

Apa sekedar itu?

Padatnya materi, standar kelulusan, waktu yang terbatas seringkali menggiring guru dan siswa belajar di kelas dengan instan. Menjelaskan materi di buku, menunjukkan gambar-gambarnya yang ada di buku, dan diberikan latihan soal. Semua agar yang penting siswa tahu dan paham saja. Yang penting materi selesai. Ya, pengalaman ini pun pernah saya rasakan dimana karena padatnya materi kurikulum pemerintah di tahun awal saya mengajar.

Saya pikir pembelajaran yang kaya tidak perlu seperti orang  yang dikejar-kejar target. Sebenarnya, memang tidak kok. Hanya, mengapa guru seolah-olah mengajukan alasan “Aduh, materi ini belum sempat terbahas. Gimana dia bisa ikut Ujian Nasional?” Hmm coba dipikirkan baik-baik, apakah murid kita belajar demi Ujian Nasional? Jika target dan patokan kita seperti itu, ya belajar seperti orang yang dikejar-kejar. DAN BUKAN PEMBELAJARAN YANG KAYA. Tidak menikmati dan memaknainya.

Bagi saya, pembelajaran yang kaya adalah pembelajaran yang menempatkan guru sebagai kurikulum yang hidup, dimana guru memiliki otoritas untuk membawa siswa menikmati dan memaknai pembelajaran yang dilakukan siswa. Saya yakin setiap guru punya otoritas untuk memutuskan mana topik yang relevan yang dapat dimaknai secara mendalam, mana yang perlu dibahas sedikit saja.

Di tahun selanjutnya, saya mencoba membuat siswa menikmati dan memaknai hal yang mereka pelajari di kelas. Saya memutuskan untuk membahas materi yang esensial dan memaknai materi tersebut lebih mendalam. Harus saya akui ada beberapa materi yang memang tidak terkejar untuk dibahas. Saya memilih mengambil topik dimana siswa menikmatinya lebih mendalam.

PERSIAPAN PEMBELAJARAN

Saya mengajar Geografi kelas 10 materi Atmosfer. Pada awalnya memang berat mengajar materi ini. Poin dan elaborasinya terlalu banyak dan detil, sampai saya berpikir materi geografi ini seperti makanan. Kalau terus menerus di masukkan ke siswa, lama-lama siswa juga muak. Perlu ada momen dimana siswa berhenti sejenak dan menikmati materi ini lebih mendalam.

Saat itu saya sedang membahas materi jenis-jenis awan. Berikut adalah cara yang saya lakukan untuk menciptakan pembelajaran yang kaya di kelas saya:

Saya meminta siswa mengambil foto awan di rumah masing-masing denga gadget atau kamera mereka. Lalu, saya meminta mereka mengeditnya dengan menggunakan http://www.pixlr.com. Mengapa Kaya? karena pembelajaran ini melibatkan berbagai macam perspektif yang berbeda.

  • Sejenak kelas Geografi berubah menjadi kelas TIK. Saya menjelaskan bagaimana foto bisa diedit menggunakan pixlr. Saya pun menjelaskan mulai dari cara browse gambar hingga menyimpannya di komputer.

 

 

  • Sejenak kelas Geografi juga berubah menjadi kelas desain dimana saya menunjukkan bahwa dengan sentuhan yang sederhana dan elegan, foto awan bisa dimaknai sebagai keindahan alam yang luar biasa. Meskipun tanpa editan memang sudah indah, tapi siswa belajar bagaimana kesan beragam desain efek menambah rasa di dalam foto tersebut.
  • Sejenak kelas Geografi juga berubah menjadi kelas bahasa. Saya meminta mereka menuliskan kutipan kata (quote) favorit mereka yang menginspirasi mereka dan banyak orang. Saya mengajarkan cara memilih dan menuliskan quote yang tepat.
  • Sejenak kelas Geografi kembali menjadi kelas Geografi lagi, kali ini saya meminta mereka menuliskan nama awannya, lokasi, dan waktu pengambilannya untuk dituliskan dengan jelas agar kita bisa mengetahui dimana awan tersebut diambil dan mengapa bentuknya seperti itu.
  • Sejenak kelas Geografi berubah menjadi kelas Sosial Media (Belum ada pelajarannya ya di kurikulum 2013, mungkin beberapa tahun ke depan akan ada 😀 )  dimana saya meminta mereka mengupload di twitter mereka dengan #CloudSDHDM. Disini saya mengajukan pertanyaan, “Mengapa harus di sosial media?” Banyak jawaban yang bervariasi mulai dari, “Menginspirasi orang lain.”, “Menyebarkan informasi”, “Menunjukkan keindahan alam semesta ciptaan Tuhan.”, dan “Menunjukkan kebanggaan kita akan karya yang kita hasilkan”. Yup, saya rasa alasan itu cukup untuk membuat mereka belajar pentingnya sosial media dan kaitannya terhadap pembelajaran Geografi.

PRESENTASI FOTO

2 minggu lebih saya memberikan waktu siswa untuk mengambil foto awan. Akhirnya tibalah hari dimana saya membahas setiap foto awan yang diupload siswa. Oh ya, sekedar catatan. Tugas ini tidak butuh tumpukan kertas, atau flashdisk, dan berbagai macam media yang merepotkan. Cukup ketik #CloudSDHDM di twitter, anda dapat menemukan foto awan tersebut dan menampilkannya di depan kelas dan menilainya kapan saja dimana saja. Siswa pun dapat melihat satu per satu karya yang mereka hasilkan di twitter. Ya, ini seperti galeri kecil-kecillan di dunia maya. Kapan lagi membuat “GALLERY WALK” di dunia maya? yang bisa diakses dimana saja, kapan saja.

PENILAIAN FOTO

Akhirnya, saya pun menampilkan foto-foto yang dihasilkan siswa. Hari itu menjadi waktu dimana kami memutuskan untuk berhenti sejenak di tengah kesibukan kami untuk melakukan “Gallery Walk” secara Online. Saya pun menampilkan satu per satu foto siswa sambil mengajukan beberapa pertanyaan dari berbagai bidang ilmu selain Geografi, seperti Bahasa, Desain, TIK, dan berbagai sudut pandang yang berbeda seperti:

1. Coba jelaskan kamu mengambil foto ini?

2. Bagaimana proses pengambilan foto ini?

3. Coba analisis gambar awan tersebut, apa sudah sesuai dengan ciri-ciri dan namanya?

4. Mengapa awan tersebut berbentuk seperti itu?

5. Mengapa kamu mengambil kutipan kata-kata tersebut?

6. Bisa jelaskan makna dari kutipan kata-kata tersebut?

7. Adakah hubungan kutipan itu dengan gambar awan?

8. Bagaimana desain foto ini? Apa sudah pas mengeditnya?

9. Bagaimana harusnya foto ini bisa diedit lebih baik?

10. Apakah ada komentar dari teman-teman kamu yang mengupload foto ini di media sosial?

Siswa diajak mendiskusikan pertanyaan di atas untuk memaknai foto tersebut di dalam kelas dengan mendalam.

REFLEKSI PEMBELAJARAN

Dengan demikian, berikut kekayaan pengalaman yang dapat dialami siswa:

  • Siswa dapat saling mengamati karya siswa lain di kelas
  • Siswa juga mendapat beragam pembelajaran dari pertanyaan dan evaluasi yang diberikan guru, siswa, dan teman-teman yang di media sosial.
  • Siswa dapat belajar untuk menilai awan yang berbeda dan beragam dengan sentuhan edit yang berbeda.
  • Akan banyak cerita dari proses pembuatan hingga hasil foto yang dapat menginspirasi setiap siswa.
  • Kutipan kata yang membuat siswa dapat memaknai pembelajaran lebih dalam lagi.
  • Dan berikut kekayaan yang dapat dari hasil karya siswa yang dapat kita nikmati bersama:

Embedded image permalink

CUMULUS #CloudSDHDM Juventia 10Soc1/12

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Embedded image permalink

Akhirnya, seperti yang dapat kita lihat bersama kelas Geografi bukan sekedar membahas teori Geografi di buku, tapi banyak hal yang dapat dieksplorasi dari berbagai macam sudut pandang yang berbeda yang dapat memperkaya pembelajaran. Inilah pembelajaran yang kaya.

Jika tujuan pembelajaran kita terfokus pada target Ujian Nasional , pembelajaran seperti  ini mungkin dinilai terlalu menghabiskan waktu. Namun, jika tujuan pembelajaran kita untuk menikmati keindahan alam yang Tuhan berikan lewat berbagai macam ilmu, pembelajaran seperti ini menjadi momen yang akan selalu dikenang.

Ini hanyalah salah satu contoh pembelajaran yang kaya, saya yakin masih banyak lagi pembelajaran lain yang juga memiliki kekayaan lebih dari sekedar mengisi jawaban di lembar soal, mengejar target nilai UN, dan berbagai standard yang sebenarnya jauh dari makna pembelajaran yang kaya.

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. Ameliasari says:

    Kereeeen suka sekali Steven,
    ijin nyontek yaaa *ups

    1. Silahkan dibagikan 🙂

  2. Semoga menginspirasi guru-guru lain
    Bravo Steven!

    1. Thanks Ibu Ratna buat komentarnya! Pasti akan menginspirasi….

  3. etabwi says:

    Inspiratif mas, ijin share ya

    1. Sure mas! Feel free.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s