Meneliti Pelestarian Digital Budaya di Galeri Indonesia Kaya (Bagian 2 dari 3)

Displaying 20140405_130900.jpg

Presentasi Proposal Penelitian

Saat presentasi, siswa saya mendapatkan urutan kedua terakhir. Saya pun cukup tegang karena melihat 24 peserta lain dengan topik budaya yg bermacam-macam, mulai dari kue tradisional, budaya jakarta, aksesori, dan berbagai topik budaya yg unik. Tibalah saat tim kami yang presentasi. Satu hal yang saya suka dari tim kami adalah keunikan desain presentasi yang menarik dimana kami menampilkan foto2 dan menggabungkan elemen font dan desain yg elegan dan efektif. Memang desain presentasi ini adalah hasil diskusi kami untuk dapat menarik perhatian.

Displaying 20140405_130512.jpg

Presentasi Proposal

Setelah 24 peserta mempresentasikan proposalnya, saatnya  pengumuman 10 besar presentasi terbaik yg akan lolos untuk dteruskan menjadi laporan penelitian.Puji Tuhan, kami berhasil masuk 10 besar! Saat itu, kami bahagia sekali karena tidak menyangka bahwa kami berhasil lolos mengalahkan 14 peserta lain. Namun, sukacita kami juga dibebani dengan tanggung jawab melakukan penelitian di Galeri Indonesia Kaya dengan menyebar angket.

Jujur, saat itu ada kegentaran karena ini baru pertama kalinya saya dan siswa saya menyebarkan angket di tempat umum seperti di Galeri Indonesia Kaya. Kami sadar betul akan banyak menyita waktu, tenaga, energi, dan pikiran dalam membuat bab4 dan bab5. Tapi kami pun berusaha dalam waktu 2 minggu yg diberikan panitia.

Displaying DSC_6778.JPG

Wayang Video Mapping di Galeri Indonesia Kaya

Sabtu, 12 April, kami pergi melakukan observasi dan menyebarkan angket serta mewawancari pihak humas dari galeri ini. Awalnya, saya dan siswa saya  berpikir akan membosankan dan melelahkan dimana kami harus mendatangi pengunjung satu per satu untuk mengajukan kuesioner. Saat itu, saya memang hanya duduk dan membantu pengolahan data bersama 1 siswa, sedangkan 2 siswa lainnya menyebarkan angket. Tak disangka, dari jam11-jam5, siswa saya justru semangat sekali berinteraksi dengan pengunjung. Mereka membantu menjelaskan pentingnya melestarikan budaya dengan teknologi digital dan serunya mengeksplorasi galeri ini. Saya pun yg mengawasi dari kejauhan juga semakin bersemangat.

Displaying 1398939516330.jpg

Pengisian Angket

Dalam hati, “Meskipun kami kalah, pengalaman ini benar-benar mengubahkan hidup kami.” Hingga pukul 5 sore, kami berhasil mendapat 100 responden. Disini, saya membantu siswa mengajarkan pengolahan data. Awalnya, saya sendiri agak bingung dengan penelitian kuantitatif, hanya setelah berkonsultasi dengan guru Math, sosiologi dan berbagai pihak, saya pun juga belajar cara mengolah data yang saya wariskan juga kepada siswa saya. Memang simpel sekali hanya dengan modus dan rata-rata, kami menampilkan tabel dan diagram lingkaran dari minat remaja.

Displaying 1398939523824.jpg

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Sepulangnya dari kegiatan pengumpulan data, tantangan selanjutnya membuat bab4 dan bab 5 dengan berdiskusi. Saya sendiri pun jadi belajar banyak lewat diskusi yg ada. Banyak hal yg justru saya pelajari dari hasil diskusi kami. Akhirnya, tibalah final lomba penelitian kami. Sabtu, 26 April menjadi hari dimana kami harus mempresentasikan hasil penelitian di hadapan 4 dosen dan siswa SMA yang lain.

Pengalaman yang mendebarkan bagi siswa saya karena ini adalah yang pertama kali. Dengan latihan yang sangat terbatas karena waktu kami yang sempit, kami pun memberanikan diri. Lagi-lagi, kami mendapat urutan terakhir mempresentasikan penelitian kami. Kali ini benar-benar terakhir. Satu per satu presentasi penelitian dri berbagai sekolah ditampilkan. Saya sendiri jadi belajar banyak dari variasi topik yang ada. Disini justru saya mengkhayal seandainya ada kegiatan seperti ini di sekolah. Pasti sangat memperkaya wawasan siswa.

Displaying 1398939520269.jpg

Penyebaran Angket

Hingga, giliran kelompok kami tiba, siswa saya semakin tegang setelah menyaksikan berbagai macam presentasi yg ada. Namun justru pada saat presentasi, saya bersyukur Tuhan bekerja di dalamnya untuk memampukan siswa saya tampil percaya diri.

Displaying 20140405_130503.jpg

Dengan kesederhanaan dan simplisitas dari topik penelitian yg hanya mengukur minat remaja, siswa saya berhasil mengkomunikasikannya dengan lancar. Tanya jawab pun berhasil dilakukan dengan tepat. Bahkan 2 juri memuji keberanian kami memasukan teori dan mendesain presentasi yang sistematis, jelas, dengan desain yg menarik.Di titik ini saya sadar, apapun hasilnya, bagi saya mereka adalah pemenang karena kepercayaan diri, semangat, dan perjuangan yg kami lalui menjadikan pengalaman yg mengubahkan hidup kami.

Tibalah saat pengumuman.

BERSAMBUNG

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s