Meneliti Pelestarian Digital Budaya di Galeri Indonesia Kaya (Bagian 1 dari 3)

MAHASISWA MENELITI? TENTU SAJA!

Poster Lomba PLASMA 2014

Beberapa bulan lalu, siswa saya mengikuti lomba penelitian sosial dri Unit Penelitian Mahasiswa  Unika Atma Jaya bernama PLASMA 2014. Lomba Plasma ini merupakan lomba yang unik diselenggarakan mahasiswa. Di tengah hiruk pikuk kegiatan penelitian yang bervariasi dari mahasiswa, saya senang sekali ada unit kegiatan mahasiswa yang mempromosikan budaya penelitian yang seringkali dilupakan oleh mahasiswa masa kini. Ya, mahasiswa bukan cuma perlu belajar, tetapi meneliti dan mempromosikan bahwa penelitian itu memang bagian dari tugas dari mahasiswa.

Hal inilah yang mendasari kegiatan PLASMA 2014. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan  yang diadakan untuk siswa-siswi SMA yang bertujuan menularkan virus meneliti di bangku SMA. Kegiatan ini terdiri dari 3 rangkaian acara. Pertama, seminar penelitian, lalu semifinal presentasi proposal penelitian, dan final presentasi laporan penelitian. Semua dilakukan di Unika Atma Jaya. Lomba penelitian ini diikuti siswa SMA dengan 1 guru pembimbing. Disinilah saya akan membagikan pengalaman menjadi guru pembimbing dalam lomba penelitian ini. Untuk  mengikuti kegiatan ini, anda dapat mengikuti twitter @plasmaUPM.

DIPERLENGKAPI UNTUK MENELITI

Displaying DSC_6808.JPG

Willie, Kimberly, Ryan (Tim Peneliti)

Ya, ajang lomba ini dimulai di bulan Februari dimana siswa dan guru pembimbing dikumpulkan untuk diberikan materi: Critical thinking, metode penelitian, dan keahlian komunikasi. 1 hari yang sangat padat tapi sangat bermanfaat. Saya pribadi banyak belajar dari hari pertama lomba ini. Di akhir lomba, panitia menjelaskan teknis pengumpulan proposal karya tulis yg terdiri dari Bab1-3. Untungnya lomba ini membuat buku panduan dan presentasi yang akan dikirimkan lewat email sehingga peserta mudah memahami.

BUDAYA & TEKNOLOGI, why not?

Displaying 1398939528065.jpg

Layar Telaah Budaya (Fasilitas Galeri Indonesia Kaya)

Setelah lomba, kami pun berdiskusi menentukan topik menarik apa yg akan kami teliti.Tema dari lomba penelitian ini adalah keanekaragaman budaya Indonesia. Awalnya, kami ingin meneliti budaya Tionghoa karena merupakan bagian dari budaya yg kami jalani sebagai suku tionghoa. Hanya, kami merasa terlalu umum dan kurang unik, sampai akhirnya saya dan siswa memilih melakukan penelitian sosial ttg pelestarian digital budaya Indonesia di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia.

Displaying DSC_6775.JPG

Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia Lantai 8

Kami memilih topic ini karena pelestarian budaya yang dilakukan di Galeri ini beda dari pelestarian budaya yg dilakukan  pusat budaya yg lain.

Displaying DSC_6788.JPG

Pernak Pernik Tradisional

Galeri ini menggunakan teknologi digital yg selama ini sering menjadi musuh dari sifat tradisional bangsa ini. Setelah melakukan browsing di internet, kami pun memutuskam untuk langsung pergi dan mengobservasi langsung ke sana.

Displaying DSC_6787.jpg

Baju Tradisional 

Di sana, kami disambut oleh Pak Billy Gamaliel selaku pihak humas dari Galeri Indonesia Kaya yg menjelaskan berbagai latar belakang, tujuan, tantangan, dan ekspektasi dari Galeri Indonesia Kaya itu sendiri. Sorenya, kami langsung menyaksikan pertunjukan budaya “Sumatra Utara” yang digelar di Auditorium. Disinilah kami juga mengeksplorasi kekayaan budaya yg dikemas dengan teknologi digital yang mengagumkan. Pertunjukan budaya tidak lagi terkesan membosankan tapi menjadi lebih dinamis, kolaboratif, dan interaktif.

PENELITIAN DIMULAI!

Kartu Pengunjung Galeri Indonesia Kaya

Berbagai macam alat musik Nusantara telah dihadirkan secara digital dengan bentuk touch screen. Pengunjung dapat bermain dan mengaransemen musiknya sendiri.

Alat Musik Tradisional Digital (www.indonesiakaya.com)

Pengunjung dapat berfoto dengan pakaian adat digital dari seluruh nusantara. Aplikasi ini terhubung dengan social media sehingga pengunjung dapat mengunggah fotonya.

Selaras Pakaian Adat (www.indonesiakaya.com)

Layar multimedia menampilkan pemuda-pemudi Indonesia berbaju adat dari berbagai daerah di nusantara  yang menyapa pengunjung.

Salam Digital (www.indonesiakaya.com)

Sepulangnya dari Galeri Indonesia Kaya, kami memutuskan untuk merumuskan masalah. Penelitian yang kami lakukan adalah penelitian kuantitatif yang akan mengukur tingkat minat pengunjung thd pelestarian digital budaya Indonesia remaja Galeri Indonesia Kaya.

Mengapa remaja? Setelah didiskusikan kami berpikir remajalah yg seringkali bersikap acuh tak acuh pada pelestarian budaya.Tibalah saat pembuatan proposal yg penuh tantagan karena teori pelestarian digital masih sangat langka dan memang belum banyak di Indonesia.  Menjelaskan pembuatan latar belakang, teori, dan metode penelitian ke siswa SMA bukanlah hal yg mudah. Banyak dari mereka pun msih bingung dan melakukan kesalahan, namun dengan semangat dam motivasi. Syukurnya, kami berhasil mengumpulkan proposal kami.

Auditorium Galeri Indonesia Kaya

DESAIN PRESENTASI, BUKAN BUAT PRESENTASI

Displaying DSC_6824.JPG

Penonton Pertunjukan Galeri Indonesia Kaya

Saat presentasi, siswa saya mendapatkan urutan kedua terakhir. Saya pun cukup tegang karena melihat 24 peserta lain dengan topik budaya yg bermacam-macam, mulai dari kue tradisional, budaya jakarta, aksesori, dan berbagai topik budaya yg unik. Tibalah saat tim kami yang presentasi.

Berikut saya lampirkan proposal penelitian PLASMA yang dibuat siswa bersama saya:

Satu hal yang saya suka dari tim kami adalah keunikan desain presentasi yg menarik dimana kami menampilkan foto-foto dan menggabungkan elemen font dan desain yg elegan dan efektif. Memang desain presentasi ini adalah hasil diskusi kami untuk dapat menarik perhatian. Disini memang kami tidak sekedar membuat presentasi, tetapi mendesain presentasi.

Perjuangan mendesain ini pun memadukan berbagai keahlian, teknik, dan berbagai elemen yang membuat ide kami yang kompleks menjadi sederhana, menarik, dan mudah dimengerti. Seusai 24 tim mempresentasikan hasilnya, kami hanya berdoa yang terbaik. Apapun itu kami sudah berusaha melakukan yang terbaik.

Displaying 1398939531627.jpg

Wawancara Pengujung Galeri Indonesia Kaya

Tibalah pesan Line dari salah satu siswa yang berisi pengumuman sekolah yang berhasil lolos di lomba penelitian ini.

BERSAMBUNG

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s