Menjawab Kebutuhan Literasi Digital

(Source: http://www.edutopia.org/nichole-pinkard-digital-literacy-video)

Kemajuan pesat pendidikan kita di abad 21 ini telah menggeser kebutuhan pendidikan kita dari kebutuhan literasi huruf ke literasi digital.
Saya terkejut ketika membaca salah satu artikel pendidikan mencelikkan mata saya tentang orang yang memiliki passion yang sama “Digital Media” di bidang pendidikan. Beliau adalah Niohole Pinkard, Pendiri dari Digital Youth Network di Chicago. Saya sangat bersemangat menemukan pendididk inovatif seperti Nicole yang berpikir kreatif memajukan literasi digital siswanya. Bekerja sama dengan salah satu perpustakaan di kotanya, ia membuat kegiatan after school untuk memberikan kesempatan kepada siswanya mengeksplorasi digital media sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Disini siswa didorong bukan lagi berperan sebagai penerima (recipient) digital tetapi pencipta (Creator) digital. Ini saatnya, siswa diperlengkapi untuk menghadapi dunia digital yang ada di sekitar mereka. Jika PR,tugas, ulangan hanya bisa dillihat di sekolah, mereka kini dapat menciptakan produk digital yang dapat dillihat oleh seluruh dunia. Siapa bilang anak sekolah tidak dapat membuat perubahan? Dengan literasi digital serta dukungan dan mentoring yang tepat dan efektif, siswa akan membuat perubahan positif mulai dari dunia digital. Mulai dari kegiatan, Nicole pun membangun komunitas “Digital Youth Network”. Kini, siswa dan sukarelawan dari berbagai latar belakang dapat bergabung menciptakan kelas digital sesuai dengan bakat dan talenta yang mereka miliki. Mereka bisa mendesain kelas, kurikulum, dan metode pengajaran untuk menjawab kebutuhan literasi digital.

(Source: http://www.edutopia.org/nichole-pinkard-digital-literacy-video)

Berikut ini link video yang mendokumentasikan bagaimana organisasi ini mendorong anak-anak muda dengan kemampuan literasi digital yang kritis yang membuat mereka kompetitif baik secara akademik dan profesional.

Berkaca dari pengalaman Nicole, saya mereflesikan kembali kata-kata Nicole, ia menyampaikan bahwa kali ini kita tidak lagi menghadapi bahaya BUTA HURUF, tetapi BUTA DIGITAL. mungkin banyak guru yang sudah berusaha membebaskan anak dari buta huruf, tetapi bagaimana dengan buta digital? Apakah kita akan tinggal diam membiarkan anak kita buta digital? Apa yang dapat anda lakukan untuk membebaskan siswa kita dari buta digital?

Tidak perlu mengajarkan semua teknologi dalam kelas. Saya rasa yang terpenting adalah bagaimana kita melibatkan teknologi untuk memaksimalkan pembelajaran sesimpel apapun teknologi itu biarkan siswa kita juga belajar dari pengalaman itu. Mungkin kita bukan lulusan komputer atau memiliki special training komputer. Mungkin kita kekurangan fasilitas, internet, dan dukungan dari sekolah, bahkan kita menemukan banyak tantangan dan kegagalan. Biarkan hal itu bisa dillihat siswa sebagai perjuangan untuk pendidikan yang lebih baik, pendidikan literasi digital yang lebih baik. Tidak hanya siswa, kita pun sebagai guru pun akan belajar banyak untuk memaksimalkan literasi digital yang kita miliki dengan keterbatasan yang ada. Dalam menciptakan perubahan di sekolah, akan ada banyak keberhasilan dan kegagalan, tapi kegagalan itu akan membawa kita untuk lebih sukses lagi (ww.edutopia.org)

FB-CultureInnovation

(Source: http://www.edutopia.org)

Sejak tahun pertama, saya pun mencoba mengintegrasikan teknologi di kelas mulai dari twitter, facebook, google+, blog dan berbagai macam digital media. Banyak kendala, tantangan, kekurangan sana sini yang menjadi proses pembelajaran bagi saya dan siswa saya. Belajar dari pengalaman menjawab kebutuhan literasi digital inilah, saya banyak belajar bahwa pengalaman belajar digital membawa pengalaman belajar yang tidak terlupakan bagi saya dan siswa-siswa saya. Hal inilah yang mendorong saya tahun ini membuka ekstrakurikuler Digital Media di sekolah saya untuk memaksimalkan potensi siswa menggunakan digital media. Mudah? Tentu saja tidak. Pasti akan banyak tantangan, tapi mulai dari langkah kecil inilah, saya mencoba menjawab kebutuhan literasi digital generasi muda Indonesia. Jika anda tertarik untuk menjadi bagian dari perubahan ini, anda dapat mendaftar sebagai anggota yang mau belajar atau sukarelawan yang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman digital di kelas ini dengan mengakses websitenya. Anda juga dapat melihat spesifikasi latar belakang,, visi misi, dan program di post saya https://edutechpost.wordpress.com/2013/08/05/introducing-digitalmedia-extracurricular-sdh-dm/.  Anda dapat mengikuti perkembangan kelas ini dengan follow twitternya @DigiMedClub dan websitenya http://www.digitalmediaclub.weebly.com.

Source: http://www.edutopia.org/nichole-pinkard-digital-literacy-video?utm_source=googleplus&utm_medium=post&utm_content=video&utm_campaign=pinkard

@StevenSutantro

@Digimedclub #DigitalMedia

http://www.digitalmediaclub.weebly.com

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Made Hery Santosa says:

    Sepakat Mas. Anak2 harus diarahkan memanfaatkan digital resources untuk inivasi bukan hanya pemakai saja. Juga wawasan kritis dan open-minded perspectives. Trims tulisannya ya, keep in touch 🙂

    1. Wah, ada “kembaran” saya disini… 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s