Let’s Love Others because We are Loved

pinterest

Minggu ini, City Light Church (CLC), di gereja saya,  Pastor Jason memulai serial khotbah berjudul”Marriage is Buls**t”.

Kesan pertama, saya berpikir  topik ini agak aneh dan kurang relevan bagi saya karena saya belum married. Setelah saya ikuti ternyata topik ini membuka paradigma baru bagi saya tentang makna sesungguhnya dari pernikahan:

1. Setiap kita diciptakan dengan keinginan yang unik dan berbeda. Masing-masing membawa koper “keinginan” yang berisi  tuntutan, impian, ekspektasi yang beranekaragam terhadap pasangan kita. Permasalahannya bukanlah oada keinginan kita karena natur manusia memang memiliki berbagai macam keinginan, tetapi ketika kita memaksakan keinginan kita kepada pasangan hidup kita disana kita mulai mengorbankan pasangan kita.

2. Dengan berbagai macam cara kitaberkomitmen pada pernikahan yang dianggap sakral, namun kita justru tidak berkomitmen pada pasangan kita yang terjadi adalah kita seperti “Marriage Debt Collector” dimana kita menagih semua keinginan kita pada pasangan demi terwujudnya keinginan kita.

3. Untuk memenuhi “debt” kita, kita melakukan berbagai macam cara mulai dari berkompromi dengan pasangan, mengubah diri kita menjadi seperti pasangan, dan berbagai macam cara utk membayar hutang kita pada pernikahan. Sayangnya, justru hal inilah yang menghancurkan komitmen kita kepada pasangan kita.

4. Seperti Kristus mengasihi jemaatnya, Ia berkomitmen langsung dengan setiap pribadi bukan menuntut kita untuk memberi, tetapi karena Dia sudah berlimpah dengan kasih, dia memberi kasih itu kepada kita. Dia TIDAK memberi kasihNya utk mengharapkan kita membayar hutang, tetapi Dia memberi kasihNya karena Dia penuh kasih.

5. Dengan demikian, paradigma pernikahan sebagai institusi penagih hutang  yang memberi untuk mengharapkan balasan memang Buls***t, yang benar kita MEMBERI karena kita berlimpah kasih Kristus. Kita berusaha mengasihi pasangan kita karena kita dikasihi Kristus.

6. Implikasinya, mulailah tutup “koper” kita, cobalah intip “koper” keinginan pasangan kita, mulailah saling memberi keinginan tersebut perlahan-lahan, bukan karena kita mengharapkan akan diberi juga, tetapi kita memberi karena kita dikasihi Kristus dan kita MAU mengasihi pasangan kita dengan kasih Kristus.

7. Akhirnya, seringkali kita sebagai mempelai Kristus juga memperlakukan Kristus sebagai penagih hutang yang mengejar-ngejar kita utk membayar kasihNya atau sebaliknya kita yang mengejar-ngejar Kristus untuk membayar hutangNya kepada kita, padahal keduanya salah. Ketika kita dikasihi Kristus, kita mengasihiNya dengan memberikan yang terbaik bagi Dia karena kasihnya berlimpah dalam kita.

Let’s love others because we are loved!

Reflection “Marriage is Buls**t” Series Part 1

@StevenSutantro

https://edutechpost.wordpress.com

Advertisements

One Comment Add yours

  1. srinawati says:

    pernikahan itu adalah ‘komitment’ pasangan…yg harus memberi dan mengambil (give and take)…krn setiap org tidak sempurna, menerima and belajar seadanya…kelebihan dan kekurangan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s