Katakan Cinta dengan Puisi Geografi

(Sumber Gambar: http://www.google.com/imgres?imgurl=http://4.bp.blogspot.com)

Valentine’s Day is coming!!

Hari Valentine adalah hari dimana kita semua diingatkan untuk mengekspresikan kasih sayang kita kepada Tuhan, orang tua, sahabat, teman, dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Di tengah kesibukan kita, seringkali kita lupa untuk mengungkapkan bentuk kasih sayang kita secara nyata dengan orang-orang yang ada di sekitar  kita, oleh sebab itu hari valentine menjadi hari yang mengingatkan kita untuk berbagi kasih sayang.

Memperingati hari Valentine alias hari kasih sayang pada minggu ini menginspirasi saya untuk mengemas materi geografi dengan puisi cinta yang bermakna. Baru saja materi kelas 10 semester 2 tentang Litosfer dan Pedosfer dibahas bersama-sama di kelas dan ternyata dalam istilah-istilah itu sendiri kita bisa menemukan keajaiban cinta yang Tuhan berikan keapada manusia dengan keindahan proses alami batuan dan tanah.

Mulai dari proses pembentukan batuan beku, sedimen, metamorf, vulkanisme, gempa bumi, pelapukan, erosi, pengendapan, lapisan dan jenis tanah yang beraneka ragam, kita bisa menyaksikan karya-karya indah Tuhan yang mengekspresikan kuasa dan keajaibannya yang begitu luar biasa di bumi ini.

Setelah siswa mempelajari materi Litosfer (Batuan) & Pedosefer (Tanah) yang sangat penuh dengan istilah yang geografis, saya menantang siswa untuk  mengaplikasikan ilmu mereka dengan menciptakan puisi geografis  dengan istilah-istilah tersebut. Tentu saja, sebagai guru kita perlu memberikan contoh terlebih dahulu. Saya pribadi memberikan contoh kepada murid untuk menuliskan puisi kasih sayang yang saya tujukan kepada murid-murid yang saya ajar dalam presentasi powerpoint. Dengan diiringi lagu yang bernuansa cinta “Butiran Debu” yang juga memiliki kata “Debu” yang menjadi istilah geografis. saya membacakan puisi kasih sayang Geografis seperti yang ada di slide ini.

Aah  so beautiful!

Selain mendorong mereka untuk mencari makna istilah geografis, kini giliran mereka yang  ditantang untuk menyambungkan istilah tersebut dengan ekspresi kasih sayang yang dapat ditujukan kepada:

1. Tuhan

2. Orang Tua

3.  Guru

4. Teman/Sahabat

Berikut adalah manfaat menulis puisi cinta geografi:

1. Siswa nampak dengan penuh semangat mencari makna istilah sulit geografis karena untuk membuat puisi tentu saja mereka harus mencari makna istilah-istilah geografi terlebih dahulu.

2. Saya cukup terkejut dengan kepiawaian mereka membuat puisi-puisi cinta yang jauh lebih kreatif dari saya. Berbekal dengan kata-kata litosfer dan pedosfer, ternyata ekspresi kasih sayang menjadi sangat berarti dan lebih menyentuh sanubari.  Disini saya juga terpukau dengan keindahan puisi-puisi cinta Geografi yang sangat inspiratif, romantis, dan juga bermakna yang sangat mendalam.

3. Saya pun “tererosi” dengan indahnya “hiposentrum” cinta yang mereka curahkan dalam puisi ini. Wah, saya sendiri sudah “tersedimentasi” menggunakan istilah geografis dalam menuliskan blog ini. Lama kelamaan, geografi juga bukan hanya menjadi bahasa asing atau tingkat tinggi tetapi bahasa sehari-hari yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat itulah, ilmu geografi menjadi pembelajaran yang bermakna bagi setiap siswa.

Berikut adalah beberapa karya puisi cinta yang dapat saya tampilkan hasil karya siswa kelas 10 (Masih banyak karya yang keren di kelas saya!)

 

Kepada Teman-Teman 10.2

Ingin sekali kembali ke masa lalu

Di saat segala canda dan tawa meledak seperti gunung api maar

Di saat pertemanan sekuat horizon R

Di saat kita melepas kepenatan seperti eflata

Setiap kasih sayang terurai seperti horst dan graben

Setiap kita disimpan pada batu tulis

Setiap suka berubah menjadi batu malihan

Setiap duka berubah menjadi tanah mergel

Tanpa disadari ,

kasih sayang ke setiap teman menjadi lempung yang bersatu

Bahkan bisa menjadi sebuah tombolo

Yang bisa menyatukan jurusan IPA dan IPS

Walau terkena erosi penjurusan

Rasa sayangku pada kalian tida pudar

Rasa sayng itu bagai pohon jati

Yang tertanam di tanah kapur

Andai saja kita tidak terpisah

Andai saja ngarai perpisahan tidak tercipta

Aku ingin melakukan satu hal

menunjukkan rasa sayangku kepada kalian

 

 

Puisi Untuk Geografi

Belajar Geografi sangat sulit

Materinya sesolid batuan beku

Membuat semua pusing

seperti otak terkena gempa tektonik

Perasaan meluap seperti erupsi eksplosif

Meletus-letus tak beraturan

Menghasilkan seisme di otak

Serasa seperti gunung api maar

Bahan ulangan sangat banyak

Pikiran menjadi sedalam horizon R

30 halaman sangatlah banyak

membuat otak menajdi lempung

Geografi seperti tanah pasir

sulit ditanami

Ada satu permintaan saya

Mohon bahan ulangan dikurangi

Dan puisi ini jangan dipajang

 


CINTA TUHAN

Ya Tuhan

CintaMu pada ku tiada duanya

CintaMu murni bagai mineral

dan sekuat horizon R

Cinta mu padaku akan tetap teguh meskipun

digocang dengan gempa ber Skala Ritcher tertinggi

Cinta itu bagai batuan yang tidak akan bisa tererosi

Di saat kami tererosi, engkau selalu mengatasinya

Cinta itu tidak akan berubah meski tererosi

Aku cinta pada Mu Tuhan

Aku ingin merasakan cinta yang meledak-ledak bagai erupsi areal

Meski aku terjatuh dalam lembah

Engkau  mengangkatku setinggi gunung

Engkau menguji dan menjatuhkan kami ke ngarai yang mengalami abrasi

Supaya kami bisa sekuat batu pemata

Meskipun cintaku terhadapmu tidak semurni tanah andosol

tetapi Engkau tetap memperlakukan aku

bagai permata

 

Cinta Mama Papa

Mama Papa

Kasih sayangmu sangat dalam

dalamnya melebih palung laut manapun

Senyumanmu sehangat inti bumi yang menghangatkan hatiku

Kalian bagaikan lapisan SIAL yang melindungiku dari bahaya

Kalian mendidikku agar menjadi anak yang kuat seperti gunung

Cinta kalian seindah batu permata

Cintamu tak pernah berhenti mengalir bagaikan air yang mengalir di ngarai

Cinta kalian padaku takkan pernah berubah walaupun di erosi masalah-masalah

Hatiku mengguncang dengan sedihnya bagaikan gempa tektonik, ketika aku tahu kalian kecewa padaku

Sewaktu aku sadar akan kesalahanku, hatiku selalu membentuk patahan-patahan

Mungkin jika aku mengumpulkan kesalahanku selama ini, pasti kan melebih tingginya bukit apapun

Terkadang pula mama, engkau menyembunyikan rasa sakit yang engkau rasakan sedalam hiposentrum yang paling dalam

Mama Papa…cintaku padamu takkan pernah tergantikkan, seperti pohon yang tidak bisa direboisasi

Seperti regolit yang beragam, cintakku, kutunjukkan dengan berbagai cara

Pa, Engkau mengerosiku dengan kedisiplinan tidak seperti terasering yang justru mencegah erosi

Kalian mendukungku untuk menjadi yang terbaik agar seperti horizon O yang berada di bagian tanah paling atas.

Ma, Pa, kalian sangat berarti (sangat) jauh lebih berarti dibandingkan tanah andosol bagi petani manapun.

I love you Guys, to the moon and back.

 
Actually, there are a lot more beautiful poem in my class, if you want to read more, you can contact me by following my twitter @StevenSutantro or email me steven.sutantro@gmail.com

Last, but not the least, HAPPY VALENTINE’s DAY!

Katakan Cinta dengan Geografi!

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Debora Sibarani says:

    Kalau dibuat jadi interdisciplinary unit sama pelajaran BI pasti cocok! 🙂

  2. Reblogged this on Halim Priyatna Blog's and commented:
    Valentine poem

  3. Kharismania02 says:

    puisi-puisi nya unik,, like (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s