Ide Kreatif Mengembangkan Budaya Anti Cyberbullying di Sekolah

 

(Sumber gambar: www.niu.edu)

Maraknya tindakan cyberbullying dalam bentuk kicauan, status, gambar, dan video yang mengancam dan mengintimidasi siswa seringkali menjadi isu yang terabaikan oleh pihak sekolah dengan dalih hal tersebut tidak terjadi secara fisik di sekolah tetapi hanya terjadi di dunia maya. Padahal, tindakan cyberbullying siswa berpotensi menjadi awal dari tawuran, tindakan asusila, intimidasi, dan pembunuhan siswa baik secara fisik maupun emosional.  Sudah saatnya, sekolah mengambil peran aktif dan kreatif untuk mencegah cyberbullying ini, namun bukan hanya dengan peraturan dan konsekuensi tegas tetapi mengembangkan kegiatan-kegiatan menarik yang dapat menanamkan budaya anti cyberbullying sejak di sekolah. Berikut adalah beberapa ide menarik yang dapat diterapkan di sekolah.

1.  Mengimplementasikan Penggunaan Media Sosial di Pelajaran

Di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sudah saatnya sekolah mulai mengintegrasikan penggunaan media sosial dalam pelajaran untuk melakukan riset, forum diskusi, dan presentasi topik-topik yang aktual, relevan, menarik, dan inspiratif sesuai dengan topik dalam pelajaran. Penggunaan media sosial dalam kelas ini bukan hanya akan mengajarkan siswa penggunaan media sosial yang tepat, tetapi juga membawa siswa melihat relevansi pelajaran yang mereka hadapi di dunia nyata.

2. Memasang Poster Cyberbullying di Sekolah

Sekolah  juga dapat melakukan kampanye stop cyberbullying dengan memasang poster yang berisi informasi tentang makna, penyebab, contoh, dampak, dan konsekuensi tegas dari tindakan cyberbullying.  Melalui poster yang dipasang di perpustakaan, ruang kelas, dan majalah dinding sekolah, siswa akan selalu diingatkan bahwa tindakan cyberbullying ini adalah tindakan yang serius dan berdampak negatif bagi dirinya dan juga orang lain.

3. Membentuk Gerakan CyberAngel

Bekerja sama dengan pihak OSIS, sekolah juga dapat membentuk gerakan CyberAngel dimana sesama siswa dilibatkan untuk mengkampanyekan, memantau, dan melindungi sesama siswa dari tindakan cyberbullying. Sesuai dengan namanya, gerakan ini memberikan kesempatan pada siswa yang aktif  menggunakan media sosial untuk menjaga teman-temannya dan mengkampanyekan penggunaan media sosial yang positif. Selain itu, CyberAngel juga dapat menjadi ruang dimana korban cyberbullying dapat berkonsultasi cara-cara mencegah dan menanggulangi bullying yang terjadi di dunia maya. CyberAngel juga dapat menjadi tempat pengaduan bagi siswa korban cyberbullying  atas tindakan cyberbullying, yang akan menindak tegas pelaku cyberbullying.

4. Menyelenggarakan Perayaan “Media Sosial”

 

 

Sumber gambar: (www.education-portal.com)

Sekolah dapat mengadakan perayaan “Media Sosial” setahun sekali di sekolah pada saat class meeting dimana siswa dan guru dapat terlibat dalam berbagai kegiatan seperti pameran, lomba, dan malam penganugerahan media sosial.

Kegiatan pameran dalam perayaan ini ditujukan untuk melestarikan budaya riset melalui media sosial yang memajang hasil karya media sosial yang dihasilkan siswa di dalam kelas.Kemudian, kegiatan lomba dapat mencangkup penulisan artikel, gambar, musik, bahkan film yang menginspirasi siswa untuk menggunakan media sosial secara positif. Disini siswa dapat mengekspresikan dirinya secara kreatif dan inovatif di media sosial. Setiap siswa dan guru juga dapat berpartisipasi dengan memberikan komentar dan masukan kepada karya-karya yang diupload di berbagai macam media sosial seperti twitter, pinterest, google+, wordpress, facebook. Pada perayaan ini, siswa dan guru yang bukan peserta pun dapat dilatih untuk mengkampanyekan gerakan anti cyberbullying dengan menuliskan komentar deskriptif yang membangun peserta lomba, bukan menjatuhkan atau mengintimidasi mereka.

Pada acara puncaknya yaitu malam penghargaan media sosial dapat diisi dengan kesaksian yang berisi pengalaman siswa maupun guru menggunakan media sosial,  pertunjukan musik, dan pemberian penghargaan kepada siswa dengan karya terbaiknya di lomba media sosial. Selain itu, ada juga penghargaan yang disediakan bagi siswa maupun guru yang memberikan komentar terbanyak, terbaik, dan terpilih oleh dewan juri membangun siswa secara positif. Kemudian, ada juga penghargaan proyek media sosial terkreatif yang diciptakan guru-guru di kelasnya  selama 1 tahun ajaran. Lalu, hasil riset media sosial terbaik siswa yang dilakukan di kelas dalam bentuk artikel, gambar, dan video pun akan diberikan penghargaan. Tak lupa, sekolah pun secara khusus akan memberikan penghargaan khusus kepada siswa maupun guru yang terlibat sebagai CyberAngel yang sudah berjasa melindungi siswa dari cyberbullying.

Akhirnya, saya berharap ide-ide kreatif ini dapat menjadi pesan dan kampanye yang akan menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup siswa yang akan selalu di kenang siswa seumur hidupnya untuk menciptakan komunitas belajar di media sosial  yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan cyberbullying.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s