Wilayah dan Perwilayahan di Dunia

This slideshow requires JavaScript.

SKL 8

Mendeskripsikan wilayah dan pewilayahan di dunia.

Indikator

Membedakan pola keruangan dan interaksi desa-desa, desa-kota, dan kota-kota.

Mendeskripsikan konsep wilayah dan pewilayahan dalam kaitan dengan pembangunan.

Get my prezi!

Desa: tanah kelahiran

Unsur-unsur desa:

  1. Daerah
  2. Penduduk
  3. Tata kehidupan

Karakter masyarakat desa

Klasifikasi desa

Menurut aktivitas:

Desa Nelayan, Agraris, Industri

Menurut tingkat perkembangan:

Desa Swadaya (Tradisional)

Desa Swakarsa (Transisi)

Desa Swasembada (Maju)

Menurut

Kepadatan penduduk

Luas wilayah

Tingkat perkembangan

Mata pencaharian

Fungsi

Pola Pesebaran Desa :memanjang mengikuti jalan raya, rel, garis pantai, menyebar, gunung, relief kasar, daerah karst.

Potensi Desa

  1. Fisik (tanah, iklim, air, pertanian, hutan, perikanan, perkebunan)
  2. Non fisik (gotong royong, lembaga sosial desa, aparatur pemerintah)

Pola Keruangan Desa

Tata guna lahan

Sistem Perhungan dan transportasi

  1. Kota

Karakteristik masyarakat kota

Ciri fisik kota: sarana ekonomi, gedung pemerintahan, alun-alun, tempat parkir, sarana rekreasi, sarana olahraga, kompleks perumahan.

Ciri Masyarakat Kota:

  1. Adanya keanekaragaman penduduk
  2. Sikap penduduk bersifat individualistik
  3. Hubungan sosial bersifat patembayan
  4. Adanya pemisahan keruangan
  5. Norma agama tida ketat
  6. Pandangan hidup kota lebih rasional

Klasifikasi kota

Menurut jumlah:

  1. Kecil (20.000-50.000)
  2. Sedang (50.000-100.000)
  3. Besar (100.000-1.000.000)
  4. Metropolitan (1.000.000-5.000.000)
  5. Megapolitan (>5.000.000)

Menurut Tingkat Perkembangan

  1. Eopolis: perkembangan desa sudah teratur
  2. Polis: daerah kota yang sebagian penduduknya masih mendirikan sifat agraris.
  3. Metropolis: wilayah kota yang ditandai oleh penduduknya sebagian kehidupan ekonominya ke sektor industria
  4. Megalopolis: wilayah perkotaan yang terdiri dari kota metrópolis membentuk jalur perkotaan
  5. Tryanopolis: kota yang ditandai dengan adanya kekacauan pelayanan umum, kemacetan lalu lintas, kriminalitas
  6. Nektopolis: kota yang mulai ditinggalkan penduduknya.

Sejarah pertumbuhan kota di Indonesia:

1.      Kota kerajaan (Jakarta, Jogja)

2.      Pertambangan (Pangkalpinang)

3.      Perkebunan (Bogor, Jambi)

4.      Budaya (Jogja, Solo)

5.      Perdagangan (Surabaya, Jakarta)

6.      Industri (Cilegon, Bandung)

Zona Interaksi

  1. City: Pusat Kota
  2. Sub-urban: tempat tinggal penglaju
  3. Sub-urban fringe: daerah peralihan desa-kota
  4. Urban Fringe: batas terluar kota
  5. Rural urban fringe: wilayah antara kota-desa
  6. Rural: pedesaan

Teori Interaksi

Titik Henti

Kekuatan Interaksi

G =     m1. m2

            (d1.2)

 m= jumlah penduduk

d= jarak 2 daerah

Pola Keruangan Kota

Sistem Perhubungan dan Transportasi

Potensi dan Permasalahan Kota

Interaksi Kota-Desa

3 prinsip interaksi:

Faktor penyebab interaksi

-adanya wilayah yang saling melengkapi

-adanya kesempatan untuk berinteraksi

– adanya kemudahan transfer

Pola Keruangan Kota:

1. Teori Inti Ganda

2. Teori Sektoral

3. Teori Konsentris

Struktur Penggunaan Lahan Kota:

 Teori Konsentrik

  1. CBD (pertokoan, kantor pos, bank bioskop, dan pasar)
  2. Transisi (pabrik & pola penggunaan lahan)
  3. Pemukiman masyarakat berpendapatan rendah
  4. Pemukimanan berpenghasilan tinggi.

Teori Sektoral

1. Daerah yang memiliki harga tanah  tbiasanya terletak di luar kota.

2. Daerah yang memiliki sewa tanah dan harga tanah rendah

3. Zona pusa Daerah Kegiatan (PDK)

Teori Inti Ganda

1. Inti kota

2. Selaput Inti Kota

3. Kota Satelit

4. Sub-urban daerah

Mendeskripsikan karakteristik negara berkembang dan negara maju.

  1. Negara Maju

Indikator:

-Pendapatan per kapita tinggi

-Tingkat kesejahteraan penduduk sudah tinggi

-Pembangunan di segala bidang telah berhasil

  1. Negara Berkembang

Indikator:

– Pendapatan per kapita rendah

-Tingkat kesejahteraan rendah

Pembangunan belum merata

  1. Negara dunia ketiga (kurang berkembang)

Potensi SDM

Potensi SDA

Latar belakang sejarah

Sistem pemerintahan dan struktur ekonomi.

Karakteristik Umum Negara Maju:

  1. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah
  2. Pendidikan, Pendapatan, Kesehatan
  3. Teknologi Maju
  4. Industri berkembang
  5. Pengolahan SDA

Contoh Negara Maju

  1. Jepang
  2. AS
  3. Eropa Barat
  4. Eropa Utara

Negara Kelompok G8:

  1. Kanada      5. Perancis
  2. USA            6. Italia
  3. Inggris       7. Rusia
  4. Jerman      8. Jepang

Kelompok negara industri di Asia:

  1. Cina                       4. Singapura
  2. Taiwan                  5. Jepang
  3. Korea Selatan

Karakteristik Umum Negara Berkembang:

  1. Jumlah penduduk sangat besar
  2. Pendidikan, Kesehatan, Pendapatan
  3. Teknologi kurang
  4. Industri kurang
  5. Pengolahan SDA

Contoh Negara Berkembang

  1. Kamboja
  2. India
  3. Afrika Selatan
  4. Indonesia

Negara G-20:

–  Sebagian besar pesebaran negara berkembang terdapat di Asia dan Afrika

– Salah satu contoh negara berkembang di Asia Tenggara yang pendapat per kapita tinggi yaitu Brunei Darusalam

Menurut PBB negera berkembang dibagi menjadi 3:

  1. Negara terbelakang (paling miskin) 44 negara.
  2. Negara yang sedang berkembang berjumlah 88 negara dan negara tersebut pengekspor minyak
  3. Negara kaya negara pengekspor minyak 13 negara.

–          Sebagian besar negara berkembang penghasil vahan mentah (Indonesia, Malaysia, Brazil

–          Cina negara industri, negara berkembang

 

Top 10 Most Visited Cities in The World

20 Most Traffic Countries in the World


Referensi

blog guru geografi pak-anang.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s